Dia bertanya padaku "kemana hendak kau langkahkan kakimu saudaraku?"
mendengar hal itu , aku hanya bisa tertegun,membisu,meradang,dan seketika raga ini menjadi kaku tak berdaya untuk berkata sepatah katapun....
lalu,dia (yang menyebutku saudara) akhirnya tersenyum dan memegang pundak ku.
seraya dya berkata pelan tetapi menggetarkan jiwa,"cukup sudah kau membisu dan berdiam diri..kau hanya perlu bulatkan tekad mu saudaraku,yakinlah bahwa dalam diri mu terpatri suatu kekuatan mahadahsyat yang bisa menggetarkan kekakuan mu hingga kau melangkah ke arah yang di ridhoi tuhan yang sangat mengasihimu.."
lama dya (yang menyebutku saudara) memegang pundak ku,kemudian dya bergegas pergi,melesat dan menghilang dari pandangan ku yang hampa.
>>ntymaranty
